
-sekedar coretan lama untuk mengingatkan kembali arti sebuah pelatihan FIM-
(tulisan ini dibuat pasca pelatihan FIM VII, dengan beberapa perubahan redaksional)
Assalammualaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh,
Hallo..hallooo tumpuan nurani di mana saja berada, semoga semua senantiasa sehat semangat menjalankan setiap amanah yang diemban. Wuaaaah pastinya semua badan pegel, maklum habis menjalani exercise maraton selama empat hari tiga malam, bahkan beberapa diantara kita, terutama panitia, sudah begadang berhari-hari sebelumnya. Dan selalu saja setiap selesai FIM, yang pertama kami doakan adalah keselamatan ananda semua sampai kembali ke rumah atau tempat kosan, kamar kontrakan, rumah tebengan, atau masjid bagi si James ( Jaga Mesjid ) hueeeheee suorrrry, jaman kami dulu banyak aktifis tidak punya kosan, jadi nebeng di masjid dengan imbalan jadi tukang bersih-bersih.
Hmmmm…. dari semua komentar yang masuk ke panitia, sebagian besar ( 99% kayaknya ) berterimakasih atas jerih payah panitia ( Padahal yang harus diterimakasihi adalah Allah SWT karena jika saja DIA tak berkenan, maka tidak akan ada FIM. Nikmat mana lagi yang dustakan ? ( tulis beberapa alumni FIM VII ). Semua kritik dan saran kami jadikan bahan perbaikan ke depan. Thx 4 yr concern pokoke !
” FIM itu apaan sih ?”
Sebagai aktifis mahasiswa cerdas yang kritis, jamak sekali dirimu bertanya begitu ketika kita pertama kali bertemu. Nak sayang, FIM itu hanyalah SEBUAH RUANG ! Meski kecil, sederhana tapi sejak awal memang diniatkan menjadi tempat menyatukan banyak ’perabot’ yang berharga. Karena kami tahu, perabot seindah dan semahal apapun jika digeletakkan sembarangan, takkan berdaya guna. Kami hanya sedikit mengelap agar perabot tersebut semakin mengkilap dan orang menyadari betapa indah dan berharganya dia.
FIM hanyalah SEBUAH RUANG ! Meski kecil dan sederhana, namun diharapkan dapat menjadi tempat membuhul sanubari, menyatukan orang-orang sejiwa, agar jiwa-jiwa itu semua menjadi lebih indah, lebih mulia dan semoga dapat memuliakan Indonesia, tanah tumpah darah kita. Meski berasal dari beragam latar belakang, tapi frekuensi kita Insya Allah sama ( Ingin berbuat sesuatu unrtuk negeri ini ), jadi mari kita sama-sama mengaktifkan gelombang dan mengefektifkan antene.
FIM hanyalah SEBUAH UPAYA yang tak seberapa benderang, di tengah malam kelam. Kami ingin menghimpun para kunang-kunang kecil, karena jika disatukan, maka dapat menjadi mega cahaya.
Karena itu jangan dilupakan ya motto kita ” FIM ITU SILATURAHIM! KARENA SILATURAHIM AKAN MELAHIRKAN ENERGI. ENERGI MELAHIRKAN SINERGI DAN SINERGI INSYA ALLAH AKAN MELAHIRKAN KREATIFITAS DAN PRESTASI ”
Ohya, dalam perjalanan ini kami menyadari kok, biasanya alam akan melakukan seleksi dengan caranya sendiri. Yang merasa dirinya Naga raksasa atau Elang besar tentu akan terbang sendiri berlari menjauh karena merasa tidak ada Chemistry.
” Kemana FIM akan dibawa ? ”
” Apa betul penyelenggaraan FIM tanpa pamrih ? ”
Duh aduh nak sayang. Bagi kami yang bukan siapa-siapa ini, menyelenggarakan FIM bukan sesuatu yang mudah dan dapat diwujudkan dalam sekali pejam sim salabim. Sebagai orang kecil, kami harus bekerja keras mewujudkan impian kami ini. Begitu besar effort itu, jadi alangkah sia-sianya jika kami hanya ingin sekedar hura-hura tanpa makna. Meski tidak akan menggiring ke tujuan-tujuan sesat n sesaat Insya Allah ( kerena kalian bukanlah golongan manusia yang bisa DIGIRING& mudah disesatkan! ) Tapi tentu kami sah-sah saja punya pamrih dan berharap banyak, agar di negeri ini kelak hadir para pemimpin yang memiliki semua kriteria pemimpin ideal. Jika itu terlalu muluk, yaa setidak-tidaknya kami dapat menyatukan anak-anak dari rahim kami sendiri dengan kalian para pemuda baik-baik, cerdas, dan terpilih itu.
Tentang pamrih ini kami juga terkenang musisi Harry Rusli alm ( salah seorang trainer FIM I ) Beliau kebetulan pernah menjadi mitra Pa’E mendidik anak-anak jalanan bermain musik. Ketika itu Kang Harry bilang, jangan bilang apa yang dilakukannya ini tanpa pamrih! Pamrihnya itu setidak-tidaknya menciptakan atmosfir yang lebih sehat untuk anak-anak jalanan yang notabene adalah kawan sebaya anak-anaknya juga (mengabaikan mereka, sama dengan mengabaikan anak sendiri ).
Belahan hati, mari kita berdoa, semoga harapan tadi tidak sekedar mimpi. Agar nanda semua menjadi pemimpin yang mulia, yang bangga dengan Bangsanya, dapat menjadikan Bangsa ini BENAR-BENAR berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, dengan memiliki 7 pilar dasar kepemimpinan yang kami kembangkan. ( Tidak lupa kan ? ) :
1. Paham ilmu Mengenal Diri
2. Cakap berKomunikasi
3. Memiliki Akhlak terpuji
4. Memahami Proses belajar ( Power Learning )
5. Menguasai Proses Pengambilan Keputusan
6. Management yang handal
7. Piawai berOrganisasi
Tentang materi-materi tambahan,
” Kenapa ada materi ASA ? Bukankah pornografi, narkoba, seks bebas dan 13 komponen GSM cuma urusan moral ? Buat apa urusan moral dibawa-bawa ke ajang pelatihan kepemimpinan ? ”
Duh sayang jangan naif ! bukankah semua persoalan bangsa kita berakar dari masalah moral ? Siapa bilang urusan korupsi, hingga polusi bukan urusan akhlak juga ? ( ingat kan konsep akhlak yang diajarkan pak Buchori ? al; Akhlak kepada Pencipta dan CiptaanNYA ) ) Terus ada juga pertanyaan ”standar moral, moralnya siapa ?” hueleeeh nae…nae….ini mah idem ditto dengan pertanyaan klasik kelompok neo liberal yang ditabuh kapitalis sang penguasa globalisasi. Hmm Standar moral nak ? tentu saja mengacu pada nilai-nilai yang dianut MAYORITAS masyarakat kita yang masih percaya agama-agamanya dan berfalsafah Pancasila dengan KeTuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertamanya.
Di negara seliberal Ameripun masih memegang teguh nilai-nilai ini. Bahkan ada presiden yang diancam ’diimpeach’ karena masalah ini ! Lagi pula ” unsur Akhlak ” adalah pilar ke tiga kurikulum dasar kita. Jadi tidak melenceng kan ? Lalu soal Nasionalisme& semangat kerelawanan ? Nah ..masalah menumbuhkan kebanggaan terhadap Bangsa sendiri, saat ini memang tengah menjadi soal. Kita dan juga banyak negara di dunia ini belum memiliki aturan jelas meski sesederhana mungkin tentang apa basis kebanggaan terhadap Bangsa yang dapat dibangun. Tetapi yang pokok dulu kita upayakan, yakni Kepemimpinan dan Pendidikan. Banyak faktor penopang terkandung di dalamnya, ndak apa-apa kita mulai saja dari semangat patriotisme, heroisme ! karena itu dr Jose, mas Gau dan pak Armein dari Lemhanas ada.
Ananda yang kami banggakan,
Kami menyadari bahwa mimpi besar harus dimulai dari upaya kecil( sekali lagi karena kami juga orang kecil ), karena itu, keterbatasan kami mungkin telah mengecewakan dirimu. sehingga mungkin FIM tidak seperti yang kalian harapkan, bahkan mungkin saja jauh dari ekspektasi kalian. Untuk itu kami mohon maaf atas segala khilaf dan lemah kami dalam melayani nanda semua. Apa yang dapat kami upayakan ini, memang baru sebatas itulah kemampuan kami.
Ke depan, mohon doakan agar FIM lebih baik dan lebih baik lagi dengan uluran pemikiran dan keringatmu tentu !
Kami juga berharap ( boleh ga? Boleh dooong J ) , semoga ke depan nanda semua dapat berlatih lebih mandiri, janganlah cengeng, tidak mudah mengeluh, tahan banting dan rela berkorban! Ingat lho nak, target kurikulum di level 1 ini baru pada tahap memimpin diri sendiri. Kalau sudah bisa memimpin diri sendiri baru kita belajar level 2 untuk menjadi anggota kelompok. Nah setelah itu baru deh kita boleh naik kelas ke level 3 untuk memimpin kelompok. Waaah kalau gitu perjalanan masih juauuuuuh dooong ? jelas !
Pendidikan bukan urusan semalam tiga malam! Pendidikan bukan seperti menanam tauge. Tapi laksana menanam pohon jati yang manfaat hebatnya baru dapat dirasa berpuluh-puluh bahkan beratus tahun.( Dan FIM hanya secercah rinai/gerimis sekejap di hutan jati itu ) Semoga Allah Ridho dan berkahi semua upaya ini. Amin Amin…Amin
Yang takkan lupa disebut( yang ini seriusss ) adalah terimakasih buanyaaaak atas kesungguhan, kerja keras/cerdas dan keikhlasan para pemateri dan alumni FIM yang rela jadi panitia ( sebagian trainer lama FIM ikut milis ini kan Mol ? ) Mohon maaf jika tak semua ide dan pemikirannya diakomodir. Smg Allah lipat gandakan pahala dan kebajikannya.
Mohn doa juga Smg Allah ijinkan FIM VIII tahun depan masih ada, ( Mohon kabulkan ya Ilahi Rabbi ) dan siap-siaplah para jagoan FIM VII jadi panitia ( ayo buktikan ! )
Oke dehhh, ditunggu kabar suksesnya yaaaaa
Salam cinta dan doa kami
Bu’e & Pa’e